Sudah Khusyu’ kah Shalat Kita?
“Sungguh beruntung orang-orang
yang beriman*Yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya”Qs. Al-Mu:minun
![]() |
| www.rumahzakat.org |
Pernahkah kita tergiur untuk
menjadi orang-orang beriman yang beruntung?. Jika ya, semoga rasa tergiur untuk
menjadi ahli khusyu’ membuat kita semakin mengevaluasi shalat kita. Apakah
sudah khusyu’ apa belum. Karena pada hakikatnya kewajiban shalat bukan hanya
agar kita mudah dihisab ketika yaumul akhir kelak. Fungsi shalat lebih dari
itu. Shalat adalah penyegar jiwa, penyembuh dari penyakit-penyakit, terminal
istirahat, mencegah dari perbuatan keji, membesarkan jiwa dan didalamnya
terdapat tempat-tempat dimana doa tidak tertolak.
Kemudian apa hubungannya tentang
khusyu’? Mengapa Allah menjadikannya syarat agar kita menjadi orang yang
beruntung? Rasulullah pernah menjelaskan resiko orang-orang yang tidak khusyu’
shalatnya dalam hadits “Betapa banyak orang yang menegakkan shalat hanya
memperoleh letih dan payah”HR Nasa’i. Yang dimaksudkan beliau adalah kita hanya
merasa berat dan merasa shalat kita tidak berguna karena dalam seharian kita
letih. Paling tidak lima kali kita merasakannya.
Khusyu’ secara bahasa berarti
ketundukan hati. Khusyu’ dalam shalat menurut imam Ghazali adalah kehadiran
hati ketika shalat, konsentrasi, tunduk, pasrah dan penghormatan yang tinggi
kepada Allah. Dan kondisi khusyu’ lah yang dapat memberikan pencerahan batin.
Maka tempat khusyu’ berada di dalam hati. Jika hati telah khusyu’ anggota
tubuhpun akan khusyu’ pula. Orang yang hatinya terbiasa menyibukkan diri dari
hal-hal yang Allah tidak sukai seperti berbohong, menuduh, melakukan riba,
menganiyaya orang lain dan lainnya maka sukar hatinya untuk menjadi khusyu’.
Dapat kita simpulkan erat kaitannya kondisi hati kita dengan khusyu’.
Lalu bagaimanakah caranya agar
shalat kita selalu khusyu’ dalam shalat? Lekaslah untuk membiasakan hati kita
agar terus terhubung dengan Allah di luar shalat. Hidupkanlah hati kita dengan
banyak membaca ayat-ayat-Nya. Seringlah berdzikir kepada-Nya. Lihatlah segala
ciptaan Allah dan segala peristiwa apapun dengan semakin menyuburkan ingatan
kita pada Allah. Sehingga ketika mendapatkan nikmat hati bersyukur pada Allah.
Ketika mendapatkan musibah hati bersabar.
Selain cara diatas, ada hal
penting yang harus kita ingat. Agar kita sukses dalam shalat maka kita harus
mementingkan shalat dalam kehidupan kita. Nantikanlah waktu shalat sebagaimana
kita rindu pada kekasih hati. Sempurnakanlah wudhu kita. Pahamilah bacaan
Shalat karena sebenarnya ketika kita shalat, kita sedang menghadap-Nya. Dan
bacalah bacaan tersebut perlahan-lahan (thu’ma’ninah) tidak tergesa-gesa.
Periksalah shalat kita apakah sudah sesuai Rasulullah SAW. Jika belum betulkanlah.
Dan seringlah berdoa kepada-Nya:
Allahumma innii a’udzubika min
Qalbin laa takhsya’
Ya Allah sesungguhnya aku
berlindung dari hati yang tidak khusyu’
Sumber : rumahbukuiqro.wordpress.com

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon