Oleh : Priyo Pradono
Lima hari sekali kita mendengar
seruan itu, sebuah seruan untuk menghadap Tuhan Pencipta Alam semesta yang diajarkan
langsung oleh kekasih-Nya, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam...
Namun, di awal seruan itu, di
kala mata masih terasa lengket dan begitu berat untuk terbuka, kita lebih
memilih untuk melanjutkan rebah di pembaringan empuk. Padahal telah datang pula
seruan tambahan di dalamnya..."Asshalatu Khairu minna nauum"...shalat
itu lebih baik dari pada tidur...
![]() |
| www.rumahzakat.org |
Di waktu matahari terik diatas
kepala, terdengar pula seruan itu...namun, kita lebih memilih untuk melakukan
aktifitas, entah itu makan siang, berada di jalan, melanjutkan pekerjaan,
sekolah, kuliah, atau bahkan kembali terlelap dibuai mimpi di siang bolong.
Dan waktu terus bergulir, di
ujung siang seruan ketiga kembali berkumandang di setiap pengeras suara, sebuah
harmoni indah di negeri sejuta masjid ini...dan apa yang terjadi ? tetap saja
kita masih terlena oleh buai nikmat syahwat duniawi, mengejar asa, menjemput
rizki yang hanya berupa nominal di selembar kertas...
Ketika senja datang seruan pun
kembali berkumandang, tapi waktu yang singkat itupun tak jua kita tunaikan
seruan untuk menghadapNya...kita terjebak macet di jalan raya bahkan hingga
malam telah datang sisa tenaga saja yang ada tanpa jua kita tunaikan
silaturahim hakiki kepada Sang Pencipta...
Menyedihkan...kita biarkan hati
ini kering kerontang dari siraman cahaya Ilahi yang Maha dahsyat...dan disaat
aneka permasalahan dunia melilit baru kau menangis menghampiri, menjadi pemuja
setia Nya dengan penuh pengharapan...
Sahabat...kita kalah...kita telah
dikalahkan secara telak oleh syaithan yang bersemayam di dalam diri. Kita
takluk tanpa mampu melawan, mengaku sebagai hamba Tuhan tapi kenyatannya selalu
mengikuti derap syaithan...
Tapi bisakah kita menang ?
Ya...pasti bisa ! bukankah kalimat seruan itu mengandung cara untuk meraih
sebuah kemenangan ? Coba hayati....
Allah Maha Besar, Allah Maha
Besar
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah
Marilah sholat, Marilah sholat
Marilah menuju kemenangan, Marilah menuju kemenangan
Selaras dengan ayat ini...
"orang-orang yang beriman
dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri
mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang
yang mendapat kemenangan." (QS At Taubah (9) : 20)
Dan memang, jika di hayati itulah
tips menuju kemenangan hakiki...sebuah kemenangan yang di takuti lawan dan di
segani kawan...
Sebuah kemenangan itu dapat
diraih dengan gemilang hanya dengan keyakinan dan strategi dalam meraihnya.
Kita ingin menang tapi tidak sedikitpun kita memiliki keyakinan, pesimis, dan
membiarkan segala sesuatunya hanya mengalir bagaikan air ? mana bisa !
Di dalam untai kalimat adzan,
juga di ujung kalimat Surat at taubah ayat 20 tersebut, kemenangan ada di
akhir...artinya kemenangan adalah sebuah akibat dari sebuah sebab, sebuah hasil
dari sesuatu yang di upayakan. Jika ingin menang kita harus tahu betul bagaiman
caranya jadi orang yang menang. dan untuk menang itu syarat pertamanya adalah
menyadari bahwa hanya Allah lah Yang Maha besar...kita harus yakin...harus
beriman...karena iman artinya adalah yakin dan percaya.
Langkah selanjutnya adalah
Syahadat Tauhid, Sebuah persaksian dan kesanggupan monoloyalitas hanya kepada
Allah, bukan kepada siapapun atau apapun...hanya Allah ! Dan untuk mewujudkan
itu kita harus membuat persaksian dan menerapkan Sunnah Rasul, segala tindakan
serta ucapan Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wassalam...
Ketika Rasulullah mewujudkan
keimanannya dengan berhijrah, maka kita pun harus berhijrah. Hijrah dengan
makna bergerak, melakukan aktifitas yang berbeda dengan sebelumnya. Artinya
ketika sebelumnya kita banyak melakukan maksiat, Hijrah seseorang itu adalah
dengan bertaubat. Dan di dalam pertaubatan tadi kita di uji untuk siap
menyerahkan jiwa serta raga bahkan harta untuk membuktikan itikad kita itu.
Menyerahkan jiwa serta raga
secara totalitas dalam beribadah yang wajib serta sunah, serta siap
membersihkan hartanya dengan Zakat, Infaq, shadaqah. Semua itu kita lakukan dan
serahkan di jalan Allah, di tempat orang-orang yang sangat membutuhkannya,
bukan tempat-tempat bikinan manusia yang mengaku mengerti tentang syariat tapi
mengabaikan akidah serta muamalah !
Dan yang paling penting dari
semua itu adalah dengan tidak pernahnya kita mengabaikan shalat fardhu lima
waktu. Mengapa? karena hanya shalatlah amalan yang akan ditanya dan diminta
pertanggungan jawabnya di yaumil akhir kelak...ketika baik shalatnya maka
baiklah amal perbuatannya...sebuah jaminan telah diberikan oleh Allah bahwa
Shalat itu mampu mencegah kita untuk melakukan perbuatan keji dan munkar....
Mudah untuk melihat orang yang
shalatnya diterima dan benar...perhatikanlah tutur katanya, sikapnya, dan
kenaikan derajatnya di sisi Allah...yaitu dengan melihat semakin mulianya ia di
mata manusia namun tetap tawadhu serta menghamba kepada Allah dengan sepenuh
hati tanpa henti.
Itulah kemenangan dunia dan
akhirat....dan semoga kalian serta diriku termasuk orang-orang yang senantiasa
memperoleh kemenangan...Aamiin Yaa Rabbul 'Alamiin...
Sumber: FP Rumah Zakat

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon