Awal shalat ditandai dengan
berkumandangnya azan, tetapi sering kita temukan, baik itu di pasar, dikantor,
atau tempat-tempat lain masih saja mereka yang mengaku umat muslim sibuk
dengann urusannya masing-masing. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan
untuk shalat, bahkan ada juga dari mereka yang benar-benar melalaikan sholat
lima waktu.
![]() |
| www.rumahzakat.org |
Shalat di awal waktu adalah
amalan yang paling utama di sisi Allah.
Dari Abdullah Ibnu Mas’ud, ia
berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang amalan yang paling utama,
beliau menjawab: “Shalat di awal waktunya.” (HR. Imam Al Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwa
Rasulullah saw. pernah bersabda : “…Seandainya orang-orang mengetahui pahala
azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali
dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka
mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba
melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh,
niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR.
Bukhari).
Dari Abu Hurairah ra. bahwa
Rasulullah SAW bersabda, “Salah seorang di antara kalian senantiasa (terhitung)
di dalam shalat selama ia tertahan oleh shalat, tidak menghalanginya untuk
kembali kepada keluarganya kecuali shalat” (HR Muslim).
Dalam hadis lain diungkapkan,
“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian (terhitung) di dalam shalat selama
tertahan oleh shalat sedang para malaikat mendoakan mereka: ‘Ya Allah,
ampunilah dia; ya Allah rahmati dia, selama dia tidak berdiri dari tempat
shalatnya atau berhadas (batal wudhunya)”. (HR. Bukhari).
Rasulullah SAW. telah menjelaskan
bahwa shalat menghapus kesalahan. “Bagaimana pendapatmu jika ada sungai di
depan pintu rumah di antaramu, mandi di sana lima kali sehari, apakah masih ada
daki di tubuhnya?” Mereka menjawab, “Tidak ada, ya Rasulallah.” Sabda Nabi,
“Itulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus kesalahan dengan
shalat.” (Bukhari dan Muslim)
Berikut beberapa hadits dari
Rasulullah SAW tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat, antara lain:
Hadits Jabir r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Batas antara kufur dengan seseorang adalah shalat.” (Muslim, Abu Daud, At Tirmidziy, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hadits Buraidah, berkata:
Rasulullah SAW bersabda: “Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat.
Barangsiapa yang meninggalkannya, maka ia kafir.” (Ahmad dan Ashabussunan)
Hadits Abdullah bin Syaqiq
Al-‘Uqailiy, berkata, “Para shahabat Nabi Muhammad saw. tidak pernah menganggap
amal yang jika ditinggalkan menjadi kafir selain shalat. (HR. Tirmidzi, Hakim,
dan menshahihkannya dengan standar Bukhari Muslim)
Ibadah yang dijadikan Allah
sebagai barometer hisab amal hamba-hamba-Nya di akhirat, adalah shalat “Awal
hisab seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka
seluruh amalnya baik, dan apabila buruk maka seluruh amalnya buruk.” (HR.
At-Thabrani)
Azan yang berkumandang adalah
panggilan dari Allah untuk kita, agar kita segera menunaikan kewajiban kita
kepada-Nya, yaitu shalat, kita diciptakan-Nya untuk mengabdi kepada-Nya,
seperti yang tertulis dalam firman-Nya disurah Adz Dzariyat ayat 56 : ”Dan Aku
tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku/mengabdi
kepada-Ku”
Apabila kita menunda-nunda
shalat, maka secara tidak langsung kita telah menyuruh Allah untuk menunggu
kita, pantaskah kita melakukannya?? Menyuruh Tuhan yang menciptakan kita dan
memenuhi semua hajat kebutuhan kita untuk menunggu kita, disaat Ia memanggil
kita untuk menunaikan kewajiban kita pada-Nya? Pantaskan kita menyuruh-Nya
menunggu kita menyelesaikan pekerjaan dan atau urusan duniawi kita terlebih
dahulu? Sedangkan, yang sebenarnya adalah, kemapuan kita bekerja, beraktifitas,
berkarya, itu semua adalah karena Karunia dan Kemurahan-Nya? Dan bukankah kita
masih bisa tetap berada didunia ini, juga atas ijin-Nya? Lalu mengapa masih ada
dari kita yang bila Allah memanggil untuk menunaikan kewajiban kita pada-Nya,
kita sering menunda-nunda memenuhi panggilan-Nya? Bahkan yang paling parah, ada
dari kita yang benar-benar melalaikan kewajiban kita pada-Nya karena sibuk
mencari dunia.
Saat azan berkumandang, janganlah
kita katakan kepada shalat, “Aku sedang sibuk,” tetapi katakanlah kepada
kesibukkan kita, “Waktu shalat telah tiba!” Mari kita semua mulai membiasakan
diri untuk shalat pada awal waktu, tunaikanlah shalat pada waktunya. Janganlah
memajukkan waktu shalat karena kita sedang menganggur, dan jangan menundanya
karena kita sedang sibuk.
Sekarang mari kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudahkah kita benar-benar mengupayakan untuk selalu shalat diawal waktu shalat? Bila belum, usahakanlah untuk melaksanakannya dengan sepenuh hati. Percayalah, bila kita melakukannya dengan tulus ikhlas karena Allah, maka hal tersebut akan membawa perubahan besar dalam hidup kita.
Sumber : jalandakwahbersama.wordpress.com

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon