![]() |
| www.rumahzakat.org |
Ketika musibah dan bencana
menghampiri kita, kadang yang dijadikan kambing hitam adalah alam, artinya alam
itu murka. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang
olaharga dan seterusnya. Ketika kita terzholimi oleh atasan atau majikan karena
belum telat gaji bulanan, kadang yang jadi biang kesalahan adalah majikan atau
bos yang dijuluki pelit atau bakhil.
Walau memang sebab-sebab tadi bisa jadi
benar sebagai penyebab, namun jarang ada yang merenungkan bahwa karena dosa
atau maksiat yang kita perbuat, akhirnya Allah mendatangkan musibah, menurunkan
penyakit atau ada yang menzholimi kita. Coba kita renungkan ayat yang akan
dibahas berikut ini. "Allah Ta’ala berfirman, “Dan apa
saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu
sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS.
Asy Syura: 30).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
“Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kalian tidak
lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah
memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa
kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat.” Karena memang
Allah akan menyiksa seorang hamba karena dosa yang ia perbuat.
Sebagaimana Allah Ta’ala
berfirman, “Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya,
niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang
melata pun” (QS. Fathir: 45).
Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah,
mereka mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah
seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung
sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa
melainkan dosa-dosanya akan diampuni” (HR. Muslim no. 2573).
Dari Mu’awiyah, ia berkata bahwa
ia mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah suatu
musibah menimpa jasad seorang mukmin dan itu menyakitinya melainkan akan
menghapuskan dosa-dosanya” (HR. Ahmad 4: 98. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata
bahwa sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).
Bisa jadi pula musibah itu datang
menghampiri kita karena dosa orang tua. Abul Bilad berkata pada ‘Ala’ bin Badr
mengenai ayat, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan
oleh perbuatan tanganmu sendiri”, dan sejak kecil aku sudah buta, bagaimana
pendapatmu? ‘Ala’ berkata, “Itu boleh jadi karena sebab
orang tuamu”.
Seseorang bisa jadi mudah lupa
terhadap ayat Qur’an yang telah ia hafal karena sebab dosa yang ia perbuat. Adh
Dhohak berkata, “Kami tidaklah mengetahui
seseorang yang menghafal Qur’an kemudia ia lupa melaikan karena dosa”. Lantas
Adh Dhohak membacakan surat Asy Syura yang kita bahas saat ini. Lalu ia
berkata, “Musibah mana lagi yang lebih
besar dari melupakan Al Qur’an?”
Jadi boleh jadi bukan karena kesibukan kita, jadi biang kesalahan hafalan
Qur’an itu hilang. Boleh jadi karena tidak menjaga pandangan, terus menerus
dalam maksiat serta meremehkan dosa, itulah sebab Allah memalingkan Al Qur’an
dari kita.
Demikian faedah yang kami peroleh
dari tafsir Ibnu Katsir. Moga Allah melepaskan berbagai musibah yang menimpa
kita. Ayat ini adalah sebagai renungan bagi kita untuk selalu mengintrospeksi
diri sebelum menyalahkan orang lain ketika kita terzholimi. Boleh jadi musibah
itu datang karena dosa syirik, tidak ikhlas dalam amalan, amalan bid’ah, dosa
besar atau meremehkan maksiat yang kita perbuat hari demi hari.
Ya Allah, ampunilah dosa dan terimalah taubat kami.
Semoga hati, lisan dan badan ini
bisa bersabar dalam menghadapi berbagai cobaan.
sumber: rumaysho.com

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon