![]() |
| www.rumahzakat.org |
Kegagalan adalah bukti bahwa
manusia memiliki keterbatasan dan kelemahan. Manusia hanya wajib berusaha
tetapi tidak wajib untuk berhasil. Manusia boleh berencana, namun garis
(takdir) kehidupan telah punya rencananya sendiri. Di sini, kegagalan dalam
hidup mengajarkan satu hal kepada kita, bahwa kita manusia adalah makhluk yang
jauh dari kesempurnaan. Yang sempurna hanyalah pemilik diri dan jiwa manusia,
dialah Allah SWT. Pergantian waktu senantisa memberi nasihat, bahwa harapan
masih ada jika nafas dan kesadaran masih ada. Berhenti berharap, larut dalam
alunan keputus- asaan, adalah sebuah dosa dan bentuk mentalitas kekufuran (QS.
Yusuf: 87).
Padahal janji Allah SWT terhadap
insan yang senantiasa menjaga harapan telah dinyatakan. Allah SWT berfirman:
“Berharaplah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan harapanmu sekalian.” (QS.
Almukmin: 60).
Allah SWT akan mengabulkan
harapan bagi siapa saja yang berharap hanya kepada-Nya(QS. Al Baqarah: 186).
Dalam hadits riwayat Ahmad dan
al-Hakim dari Abu Sa’id dijelaskan oleh Rasulullah SAW tiga cara Allah SWT
mengabulkan setiap harapan atau do’a hamba-Nya. Dengan catatan, seorang hamba
tersebut tidak memutuskan hubungan silaturrahim dan melakukan dosa besar. Cara
Allah SWT mengabulkan harapan (do’a) tersebut adalah: Pertama, harapan itu
langsung dikabulkan atau dalam waktu yang tidak berapa lama. Kedua, harapan itu
ditunda di dunia dan menjadi tabungan pahala yang akan diterima di akhirat
nanti. Seringkali misalnya, keadilan di dunia sulit didapatkan, namun
percayalah keadilan akhirat pasti ada. Pengadilan akhirat tidak pernah pandang
bulu bahkan menerima sogokan dalam memvonis kasus kehidupan di dunia. Hasil
kebaikan ini senantiasa akan mendapatkan balasannya. Kebaikan di dunia, di
akhirat pasti lebih baik lagi. Ketiga, dijauhkan dari keburukan yang sebanding
dengan harapan itu. Dengan kata lain, Allah SWT mengabulkan harapan dengan
mengganti sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan, yaitu terhindar dari
musibah yang seharusnya menimpa kita. Atau mengganti harapan itu dengan sesuatu
yang tidak pernah kita harapkan. Mengapa? Karena Allah SWT lebih tahu apa yang
terbaik bagi kehidupan hamba-Nya (QS. Al Baqarah: 216).
Sebab, Dia-lah zat yang menguasai
yang awal, yang akhir, yang zahir, yang bathin, dan Maha Mengetahui segala
sesuatu (QS. Al Hadid: 3).
Rencana Allah SWT lebih hebat,
Apa yang diharapkan oleh seorang hamba boleh jadi hal itu sesuatu yang buruk
baginya. Sebaliknya, apa yang tidak diharapkan boleh jadi itulah yang terbaik
untuk kita. Perhatikanlah firman Allah SWT yang mulia ini.
“Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu,
padahal itu amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak
mengetahui.” (QS. Albaqarah: 216).
Ada di antara kita, bahkan boleh
jadi kita pernah melakukannya. Mengeluh dan dengan tega mengatakan: “Saya tidak
memiliki apa-apa dan siapa-siapa lagi dalam hidup ini”. Padahal Langit tidak
dibayar memayungi kita. Oksigen masih tersedia untuk nafas kita. Angin masih
kita rasakan hembusannya. Waktu masih tersisa untuk berkarya. Raga masih ada
bukti kita nyata. Lalu, pantaskah kita mendustakan nikmat Allah SWT tanpa ada
alasan? Allah SWT berulang kali mempertanyakan persoalan ini agar kita
senantiasa bersyukur dan berpikir (perhatikan QS. Ar Rahman).
Akhirnya, kehidupan yang kita
lalui akan senantiasa bermuara kepada dua hal, yakni bahagia dan kecewa.
Begitulah kodrat perasaan manusia. Namun rasa bahagia dan kecewa bisa
menjerumuskan manusia ke dalam kubang kemaksiatan bila hal itu tidak disikapi
dengan bijak. Karenanya, seorang Muslim harus mampu menjaga keadaan dirinya dalam
kondisi apapun untuk senantiasa menumbuhkan ladang kebaikan dan pahala.
Caranya, senantiasa berdzikir dengan menjadikan sabar dan shalat sebagai
perantara untuk menghadirkan pertolongan Allah SWT (QS.Albaqarah: 153).
Dengan kata lain, perkara apapun
bagi seorang mukmin sejati, seluruhnya menjadi indah di hati. Semoga Allah SWT
membantu kita merealisasikannya dalam kehidupan ini. Perbanyaklah istighfar,
dan hamdalah bacakan dengan segenap penyesalan dan bangkitkan harapan
kepada-Nya semoga Allah SWT mengijabah doa dan harapan kita semua.
Rencana kita indah tetapi rencana
Allah untuk kita jauh lebih indah.
sumber: muhajirinanshor.tumblr.com

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon