![]() |
| Magfiroh |
Magfiroh adalah putri ke 3 dari 6
bersaudara, dari pasangan Nasiroh dan
Ust. Jahidi (alm).
Firoh begitu teman-temannya
menyapa, ditinggal Bapaknya sejak masih
duduk dikelas 2 SD sekarang ia sudah masuk kelas 5 SD, dia bercita-cita menjadi
seorang Ustdzah meneruskan perjuangan Ayah.
“Saya ingin menjadi ustadzah
meneruskan perjuangan mendiang Bapak”, jawabnya saat ditanya cita-citanya.
Firoh berasal dari keluarga yang
sederhana,namun dengan kesederhanaan itu tidak membuat Ia berputus asa, Magfiroh rajin bersekolah dan mengikuti
kegiatan pembinaan yang diadakan oleh Rumah Zakat dua kali pertemuan setiap
bulannya.
“Firoh anaknya rajin, setiap
bulannya selalu hadir untuk mengikuti pembinaan di LKP Adenis Jerang Permai”,
jelas Mimi, Mentor wilayah pembinaan Cibeber_Karangasem.
Kemarin tepatnya hari Ahad, 08
Oktober 2017, Firoh diajak jalan-jalan ke Villa Ternak Cikerai untuk berwisata
dan belajar mengenal berbagai macam hewan yang ternyata tempat tersebut berada
di kampung dimana dulu Bapaknya dilahirkan.
![]() |
| Magfiroh (kanan) menunjukan hasil latihan bercocok tanam bibit kangkung |
“Saya sangat senang sekali karena
baru pertama kalinya saya masuk di Villa Ternak padahal tempat wisata itu
adalah tempat kelahiran Bapak saya”. aku Firoh.
Firoh sendiri saat ini tinggal
bersama ibu dan saudara kandungnya di lingkungan Karotek RT 03/02 Kelurahan
Kalitimbang Kecamatan Cibeber.
Firoh bersama delapan temannya
diajak berkeliling Villa Ternak dari mulai menanam bibit kangkung, melihat
macam-macam hewan sampai ke tempat pacuan kuda. Setelah puas mereka makan siang
di Resto Villa Ternak.
![]() |
| Magfiroh (kanan) saat menikmati makan siang |
“Yang sangat berkesan saya
merasakan naik di punggung kuda walaupun saya tidak sendiri, karena saya masih
takut tapi setelah sekali naik jadi mau lagi tapi waktu sudah habis untuk
mengelilingi tempat wisatanya”. Katanya.
Firoh selain berwisata juga
diajak kesalah satu pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan sekolah dan
sehari-hari dirumah, lucunya saking semangatnya diajak belanja ia terlalu
banyak ambil barang sehingga pas dibayar kekasir uangnya tidak cukup.
“saya ambil alat tulis, perlatan
mandi untuk dirumah dan makanan ringan pas ke kasir bayarnya kurang tapi
alhamdulillah kekurangannya dibayarin sama Bapak pembimbing dari Rumah Zakat
Cilegon walaupun sedikit ada rasa malu” cerita Firoh.
Setelah kegiatan berwisata dan
belanja selesai Firoh melanjutkan ke LKP Adenis untuk mengikuti kegiatan
pembinaan yang kebetulan dilaksanakan pada siang hari itu.



Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon