Dunia saat ini dilanda kemelut.
Manusia pun bertanya, “Apakah sesunguhnya problematika manusia modern dan
bagaimana mengatasinya?” Tak seorang pun dapat menjawab pertanyaan ini dengan
tuntas, meskipun mereka mengerahkan seluruh sumber daya yang ada pada diri
mereka.
![]() |
| www.rumahzakat.org |
Bahkan seringkali sumber daya
yang dimiliki itu menjadi fitnah. Itu karena manusia bukanlah pencipta dirinya
sendiri. Manusia adalah sebuah misteri besar. Hanya Sang Pencipta-nya yang tahu
pasti dan dapat memenuhi kebutuhannya lahir dan batin. Sayangnya, manusia
berlagak pintar di hadapan Allah dan memperlakukan-Nya tak sebagaimana
mestinya.
“Tidakkah kamu perhatikan
sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit
dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan
di antara manusia ada yang membantah pada Allah tanpa ilmu pengetahuan atau
petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.” (QS Luqman [31]: 29)
Dengan Alquran, Allah SWT memberi
petunjuk kehidupan kepada manusia secara paripurna. Tidak ada bagian Alquran
yang tidak komunikatif dan solutif bagi problematika manusia, asalkan manusia
memperlakukannya dengan sepatutnya. Ia mesti dipahami dan diperagakan, atau
dengan kata lain ia mesti diimani.
Hanya dengan diimani, ia akan
menjadi praktis, dinamis, dan memiliki daya pengaruh. “Dan Kami turunkan dari
Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan
Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain
kerugian.”(QS al-Isra’[17]: 82).
Jika Alquran belum menjadi
sesuatu (ruh) yang menggerakkan atau mewarnai setiap tindakan, maka
sesungguhnya itu belum menjadi iman, namun baru berupa Islam (kesediaan untuk
tunduk). Iman selalu melahirkan ghirah (rasa cemburu ) terhadap kemungkaran.
Munkar adalah sesuatu yang dingkari/ditentang oleh hati nurani, lawan dari
makruf, yaitu sesuatu yang dikenal/diterima oleh hati nurani.
Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, ia
bertutur, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melihat
kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu,
hendaklah dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka hendaklah dengan hatinya. Dan
itulah selemah-lemah iman. (HR Muslim).
Mengapa demikian? Karena iman
berasal dari wahyu. Dan karakter wahyu adalah sebagai kekuatan pengubah ke arah
kebaikan, sebagaimana air yang dapat menghidupkan bumi setelah matinya. “Dan
apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia
hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya ...” (Qs Al-Baqarah [2] : 164.
Jika bumi yang semula mati dapat
dihidupkan dengan air, maka jiwa-jiwa manusia yang kering dan layu diterpa
kerasnya kehidupan pun dapat disegarkan kembali dengan wahyu.
Demikianlah, kemelut dunia ini
hanya dapat diatasi dengan Alquran yang diimani. Allahu’alam bish-shawab.
Penulis: Ustadz Ahmad Suhail
Sumber: FP Rumah Zakat

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon