Dikisahkan bahwa terdapat seorang Raja yang memiliki pelayan penuh hikmah. Pada suatu hari ia memerintahkan pelayannya untuk membeli bagian terbaik dari kambing untuk menunya kali ini. Maka pelayan tersebut membelikan lidah kambing.
Kemudian, sang Raja kembali
memerintahkan pelayannya untuk membeli bagian terburuk dari kambing, maka
pelayan itu kembali dengan membawa lidah kambing.
Sang Raja terkejut dan bertanya
kepada pelayannya, “Aku memerintahkanmu untuk membeli bagian terbaik dari
kambing, engkau membawakanku lidahnya, dan aku memerintahkanmu untuk membeli
bagian terburuk dari kambing, dan engkau pun kembali membawakanku lidahnya. Apa
maksud dengan semua ini?”
Pelayan itu pun menjawab, “Lidah
adalah bagian terbaik dari makhluq karena ia adalah kunci dari segala bentuk
hikmah dan ilmu. Dan lidah adalah bagian terburuk dari makhluq karena ia adalah
sumber segala bentuk kerusakan, asal dari berbagai keburukan, penyebab
kedengkian dan hasad, serta menjadi penyebab dari peperangan yang terjadi di
kalangan para raja dan penguasa.”
Sang Raja begitu takjub mendengar
penjelasan dari pelayannya tersebut, tak terasa meleleh butiran air mata
membasahi pipinya. Dari pelayannya ia belajar, bahwa lidah, bila digunakan oleh
manusia di atas jalan kebaikan, hasilnya pun berupa kebaikan. Sedangkan bila
lidah digunakan di atas jalan keburukan, hasilnya pun berupa keburukan.
Karenanya, Rasulullah shallallahu
‘alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam…” (Muttafaqun ‘Alayh)
Rasulullah pun telah mengabarkan
kepada kita bahwa kebanyakan manusia yang masuk neraka disebabkan oleh dua hal
: lisan dan farj (kemaluan). Karenanya tidak salah bila menikah merupakan
separuh diin. Hal ini dikarenakan orang yang menikah telah menutup 1 dari dua
pintu menuju neraka. Selanjutnya adalah tinggal bagaimana ia menutup pintu yang
kedua: pintu lisan.
Menjaga lisan dari ucapan yang
tidak berguna memang sulit. Begitu mudahnya kata-kata mengalir keluar, bahkan
tanpa kita sadari. Padahal, sebagian ulama salaf telah menegaskan : “Tidak
berguna seluruh ucapan anak Adam, kecuali dzikrullah.” Sungguh, amat beruntung
seorang yang telah berhasil menjaga lisannya. Karena hal tersebut menunjukkan kelurusan
iman di dalam hatinya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa
sallam, dari Anas bin Malik :
“Tidak lurus iman seorang hamba
hingga lurus hatinya, dan tidak lurus hati seorang hamba hingga lurus lisannya.”
(HR. Ahmad)
Sumber : http://inspirasiremajaislam.blogspot.co.id
www.rumahzakat.org
www.rumahzakat.org

1 comments:
Mantap, terimakasih ilmunya
Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon